Selasa, 03 Maret 2020

Seloko Adat Kabupaten Sarolangun Jambi






Seloko Adat adalah salah satu bentuk tradisi yang disampaikan secara lisan pada acara / upacara adat tertentu pada masyarakat Sarolangun Jambi yang diwariskan secara turun temurun, umumnya diselenggarakan dalam sebuah prosesi upacara adat, seperti prosesi upacara adat perkawinan dsb. Seloko berisi ujaran serta ajaran dalam bentuk seperangkat norma yang mengatur kehidupan sehari-hari masyarakat, norma atau aturan yang apabila dilanggar bisa mendapat sanksi. Selain berisi norma-norma yang diikuti sanksi bagi yang melanggar, Seloko juga berisi nasehat, amanat, untuk memberikan tuntunan bagi keselamatan anggota masyarakat dalam pergaulan hidup dan kehidupan sehari-hari.
Norma dan nasehat ini disampaikan dalam bentuk ungkapan-ungkapan berupa peribahasa, pantun, atau pepatah-petitih. Seloko adat Jambi tidak sekadar peribahasa, pepatah-petitih, atau pantun-pantun saja, tetapi lebih dalam lagi seloko adat Jambi merupakan falsafah hidup yang menjadi dasar kebudayaan masyarakat Sarolangun Jambi pada umumnya.

Dalam seloko terdapat juga petunjuk serta ajaran dalam bentuk pantun – pantun dan peribahasa
Sebagaimana diketahui alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar. Pantun juga melatih orang berpikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial, pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda masa kini, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata.

Dalam tulisan kali ini saya akan menampilkan dokumentasi buku dalam bentuk pdf tentang persembahan seloko adat Kabupaten Sarolangun yang pernah dipersembahkan pada salah satu acara pernikahan putra dan Putri sesepuh adat dan mantan pejabat di Kabupaten Sarolangun sebagai bentuk arsip pdf dimana tujuan dari tulisan ini adalah sebagai penyimpanan sehingga nilai warisan budaya dari seloko adat tersebut masih tetap tersimpan agar tidak hilang ditelan zaman mudah- mudahan ada manfaatnya. Terima Kasih,,,
































































Seloko Adat Kabupaten Sarolangun Jambi
































Pegi ketoko beli ubat
Ubat tabeli sen kurang
Semoga seloko ini bermanfaat
Sebagai warisan budaya bagi generasi kini dan akan datang
Terima Kasih


Sekian

Didokumentasi / diarsipkan kembali oleh : 



M. Agustian, SH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar