Seloko Adat adalah salah satu
bentuk tradisi yang
disampaikan secara lisan pada acara / upacara adat tertentu pada masyarakat Sarolangun Jambi yang diwariskan secara turun
temurun, umumnya
diselenggarakan dalam sebuah prosesi upacara adat, seperti prosesi upacara adat
perkawinan dsb. Seloko berisi
ujaran serta ajaran dalam
bentuk seperangkat norma
yang mengatur kehidupan sehari-hari masyarakat, norma atau aturan yang apabila
dilanggar bisa mendapat sanksi.
Selain berisi norma-norma yang diikuti sanksi bagi yang melanggar, Seloko juga
berisi nasehat, amanat, untuk memberikan tuntunan bagi keselamatan anggota
masyarakat dalam pergaulan hidup dan kehidupan sehari-hari.
Norma
dan nasehat ini disampaikan dalam bentuk ungkapan-ungkapan berupa peribahasa,
pantun,
atau pepatah-petitih. Seloko adat Jambi tidak sekadar peribahasa,
pepatah-petitih, atau pantun-pantun saja, tetapi lebih dalam lagi seloko adat
Jambi merupakan falsafah hidup yang menjadi dasar kebudayaan masyarakat Sarolangun Jambi pada umumnya.
Dalam seloko terdapat juga petunjuk
serta ajaran dalam bentuk pantun – pantun dan peribahasa
Sebagaimana diketahui alat pemelihara
bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur
berpikir. Pantun melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar.
Pantun juga melatih orang berpikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki
kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial, pantun memiliki fungsi pergaulan
yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda masa kini, kemampuan
berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam
berpikir dan bermain-main dengan kata.
Dalam tulisan kali ini saya akan
menampilkan dokumentasi buku dalam bentuk pdf tentang persembahan seloko adat
Kabupaten Sarolangun yang pernah dipersembahkan pada salah satu acara
pernikahan putra dan Putri sesepuh adat dan mantan pejabat di Kabupaten
Sarolangun sebagai bentuk arsip pdf dimana tujuan dari tulisan ini adalah
sebagai penyimpanan sehingga nilai warisan budaya dari seloko adat tersebut masih
tetap tersimpan agar tidak hilang ditelan zaman mudah- mudahan ada manfaatnya.
Terima Kasih,,,
Seloko Adat Kabupaten Sarolangun
Jambi























































